Pedagang Ayam Terpukul dengan Isu Flu Burung

daging-ayam130725b

Foto: Antara.com

Indonesia Bisa – Isu flu burung yang menyerang ayam di Jawa Timur berimbas kepada pedagang daging ayam di Kota Mojokerto. Penjualan ayam turun hingga 50%. Padahal saat ini harga daging ayam juga sedang turun.
Itu dirasakan para pedagang daging ayam di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. Salah seorang pedagang Muhammad Sholikhudin (30) mengatakan, penjualannya turun drastis sejak 3 hari yang lalu.

Jika sebelumnya bisa menjual 50 ekor ayam atau 1 Kwintal daging ayam per hari, kini pria asal Desa Mlirip, Kecamatan Jetis ini hanya mampu menjual 25 ekor atau 50 Kg per hari.

“Akibat isu flu burung. Pembeli agak takut membeli daging ayam,” kata pria yang akrab disapa Udin ini, Jumat (25/3/2016).

Penjualan yang turun drastis itu tak urung membuat Udin risau. Padahal sejak seminggu yang lalu harga daging ayam turun dari Rp 30.000 menjadi Rp 26.000 per Kg.

Seharusnya dengan harga yang lebih murah penjualannya meningkat. Terlebih lagi ayam potong yang dia jual berasal dari peternak lokal.

Tak pelak turunnya penjualan membuat keuntungan yang dia raup per hari pun turun drastis. Pria yang sudah 10 tahun berdagang ayam ini berharap pemerintah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar penjualannya kembali stabil.

“Keuntungan saya tentunya turun separuh juga. Harapan kami pemerintah memberi pemahaman kepada para pembeli soal Flu Burung agar tak takut membeli daging ayam,” ujarnya.

Hal senada dikatakan pedagang daging ayam lainnya, Sukamto (41). Dia khawatir jika isu Flu Burung tak segera ditangkal oleh instansi terkait, penghasilannya akan terus turun. Pasalnya, selama ini dia mendapatkan kiriman ayam dari Jombang yang masih steril dari Flu Burung.

“Kami khawatir akan terjadi seperti tahun 2007 lalu. Saat itu memang ada Flu Burung di Mojokerto. Harga daging ayam saat itu turun hingga Rp 18.000 per Kg. Kami juga sepi pembeli,” ungkap pedagang asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini.

Flu burung memang hanya sebatas isu di Mojokerto. Beberapa waktu lalu Dinas Peternakan Kabupaten Mojokerto yang melakukan pemeriksaan ke sejumlah peternakan ayam potong di Kecamatan Kemlagi tak menemukan adanya ayam yang terjangkit virus H5N1.

Kendati begitu, Dinas Peternakan mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Para peternak unggas maupun pedagang ayam diharapkan bisa mengenali gejala penyakit Flu Burung.

“Flu Burung biasa ditandai perubahan kulit ayam berwarna kebiruan, yang paling mencolok pada jengger yang seharusnya berwarna merah berubah menjadi kebiruan,” jelas Kasi Pencegahan Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Disnak Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah.
(Indonesia Bisa/Detik.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s