Metode Belajar Membaca Al-Quran

Qiro'ati

Indonesia Bisa — Dapatkah anda membaca Al-Quran? Metode apakah yang anda gunakan dulu saat belajar membaca Al-Quran? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan orangtua murid tentang metode belajar membaca Al-Quran yang digunakan di Al-Islam. Namun alangkah lebih baik jika kita mengetahui metode-metode belajar membaca Al-Quran yang secara umum digunakan dibeberapa waktu dan tempat di Indonesia. Disini akan kami sampaikan sedikitnya 7 metode.

1. Baghdadiyah

Sebelum tahun 80-an hanya dikenal satu metode cara baca Al-Quran di Indonesia, yaitu metode kaidah Baghdadiyah. Jika dilihat dari namanya, metode ini berasal dari Baghdad, Iraq. Dibeberapa tempat metode ini biasa disebut juga dengan Turutan. Judul buku lengkapnya Qo’idah Baghdadiyah Ma’a Juz ‘Amma. Cara mengajarkan Kaidah Baghdadiyah dimulai dengan menghafal huruf-huruf hijaiyah serta pengejaan bacaannya. Sebagian besar alim-ulama, penghafal Al-Quran (hafidz), dan cendikiawan yang kita kenal dulu dan sekarang belajar membaca Al-Quran dengan menggunakan metode kaidah Baghdadiyah ini.

2. Qiro’ati

Metode ini disusun oleh H. Dachlan Salim Zarkasyi dan diterbitkan secara resmi pada tahun 1986 di Semarang. Qiroati diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Al-Quran Raudhatul Mujawwidin Semarang. Dalam sampul bukunya diberi judul “Metode praktis Belajar Membaca Al-Quran”.

3. Iqro’

Metode ini disusun oleh KH As’ad Humam dari balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta. Metode ini sangat familiar di masyarakat karena digunakan secara luas dan buku Iqro’ dijual secara bebas. Metode Iqro’ berpedoman pada cara baca langsung tanpa ada kewajiban menghafal huruf-huruf hijaiyah dan pengejaanya.

4. An-nuur

Metode An-Nuur disusun oleh DR H.M Rosyady S.Ag, MM, MBA dari An-Nuur Foundation Yogyakarta. Metode ini diklaim sebagai metode pengajaran baca Al-Quran sistem cepat, karena hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk membuat seseorang bisa membaca Al-Quran yaitu 2 jam.

5. Ummi

Metode ini menyebut diri sebagai metode pembelajaran Al-Quran yang efektif, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati. Ummi Foundation menjamin setiap guru Al-Quran mampu memahami metodologi pengajaran Al-Quran serta tahapan tahapannya dan pengelolaan kelas dengan baik. Sistem pengajaran Al-Quran metode Ummi  menjamin  setiap lulusan SD/MI, TKQ, TPQ bisa tartil membaca Al-Quran.

6. Yanbu’a

Adalah salah satu metode belajar membaca Al-Quran yang diterbitkan oleh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus Jawa Tengah. Nama Yanbu’a diambil dari nama pondok yang berarti sumber. Di juz bagian akhir buku ini dibahas cara menghafal Al-Quran yang praktis sehingga buku ini disebut juga sebagai Thoriqoh Baca Tulis dan Menghafal Al-Quran.

7. Tilaawati

Adalah Thoriqoh belajar membaca Al-Quran yang ditulis oleh Imron Ahmadi. Ditulis pada tahun 2005 dan digunakan untuk TK-TP Al-Quran, utamanya di Pesayangan, Talang, Tegal, Jawa Tengah.

(Dan masih banyak lagi. Ada Al-Barqy. Tsaqifa dari penerbit Al-Qowam, Penulis Umar Taqwim, S.Ag. Aqsho di Sidoarjo. Al-Bayan dari penerbit Erlangga dll.)

Secara institusi, SD Al-Islam menggunakan metode Ummi, berubah dari sebelumnya metode Qiroati. Al-Islam menggunakan Ummi karena:

  • Guru-guru yang mengajarkan harus melalui Tashih dan Pembinaan yang ketat.
  • Kelas pembelajaran memiliki disiplin yang sama.
  • Salah satu metode yang secara langsung memasukkan dan mempraktekan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
  • Buku Ummi tidak dijual secara bebas, sehingga siapapun yang ingin belajar Ummi harus dari sumber yang benar.

Pada prinsipnya, metode tersebut sama-sama mengajak ummat untuk gemar membaca Al-Quran dengan tartil, baik dan benar. Buku metode itu tidak ditulis waton dadi, asal jadi. Akan tetapi berdasarkan pemikiran dan pengalaman panjang, bahkan mungkin sampai melakukan beberapa revisi. Para ulama yang mengarang metode itu adalah orang yang telah berjuang dan membaktikan usia dan hidupnya untuk islam jauh melebihi usia kita. Sudah sepatutnya kita menghargai setiap amal sholih mereka. Selanjutnya, kita tinggal memilih mana metode terbaik yang kita yakini dan bisa menyelesaikannya, kemudian mangamalkannya. Mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu’alm Bisshowab.

[Indonesia Bisa/Al-islam.sch.id]

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s