Pelajar MTs Putra Putri Simo Berhasil Ubah Air Cucian Beras jadi Pembersih Lantai

Sumber Detik

Sumber Detik

Indonesia Bisa — Lamongan – Bagi kebanyakan orang, air sisa cucian beras hanya dipandang sebelah mata. Air sisa cucian beras jarang ada yang memanfaatkan sehingga berakhir di tempat sampah. Bagi siswa MTs, air sisa cucian beras ini diubah menjadi produk rumah tangga yang bernilai tinngi, yaitu cairan pembersih lantai.

Para siswa yang mengubah air sisa cucian beras menjadi cairan pembersih lantai adalah 3 pelajar dari MTs Putra Putri Simo, Kecamatan Karang Geneng, Lamongan. Ke tiga siswa adalah Dananjaya Vikal Danis Suryana, Ahmad Bagus Muzakki dan Fatih Ahmad.

Menurut salah satu siswa, Dananjaya, di dalam sisa cucian beras memiliki kandungan Nutrisi, fosfor, vitamin, mineral, dan fitonutrien, karbohidrat cukup tinggi. Ketiganya kemudian berinovasi dengan mengolah limbah cucian beras tersebut menjadi pembersih lantai.

“Setiap hari semua rumah mempunyai limbah cucian beras, dari sinilah kita manfaatkan air bekas cucian beras sebagai anti bakteri pembersih lantai,” kata Dananjaya kepada wartawan, Rabu (23/3/2016).

Dananjaya menjelaskan, cara pembuatan anti bakteri pembersih lantai dengan memanfaatkan air cucian beras tidak ribet. Cara membuatnya,  sangat mudah. Yakni hanya dengan mencampurkan air bekas cucian beras dengan air lémon. Setelah dicampur dengan air lemon atau jerus nipis, kedua bahan itu selanjutnya di masukkan ke dalam botol plastik. “Setelah itu tinggal dikocok dan sudah bisa digunakan,” tuturnya.

Siswa MTs Putra Putri Simo lainnya, Ahmad Bagus Muzaki, air lemon atau jeruk nipis berfungsi untuk menghilangkan bau beras. Setelah dikocok kemudian didiamkan selama sekitar 2 menit sebelum bisa digunakan. Selain menggunakan botol, terang Muzaki, bisa juga menggunakan timba atau wadah lainnya untuk kemudian mengaduk campuran air sisa cucian beras dengan air perasan lemon tadi sebelum siap digunakan untuk mengkilapkan lantai rumah.

“Air lemon atau jeruk nipis, bisa kita dapatkan dari perasan buah jeruk,” aku Muzaki.

Sementara guru MTs Putra Putri Simo, Ahmad Zaini kepada wartawan mengaku, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat umum, pihak sekolah berencana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum agar lebih bermanfaat.

“Sosialisasi ini akan kami lakukan mengingat hampir di setiap rumah pasti ada air sisa cucian beras ini,” aku Zaini.

Berkat dua penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat tersebut, MTs Putra-Putri Simo menyabet juara pertama dan kedua dalam Lomba Karya Daur Ulang (LKDU) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro dan Tuban, yang digelar MAN Lamongan dalam ajang ‘Manela Maulid Festival 2016’ beberapa waktu lalu.

 

 

Sumber : Detik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s