Membeli Pulsa Pake Sampah

bagan pengelolaan sampah

Bagan Pengelolaan Bank Sampah

Indonesia Bisa –Beli pulsa dengan sampah? Mungkin tidak masuk akal dalam pikiran kita, karena bagaimana bisa membeli pulsa dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Namun bagi Bank Sampah Gemah Ripah di Dusun Badegan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, rayuan beli sampah tersebut menjadi senjata untuk menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah. Namun di tangan Direktur Utama Bank Sampah Gemah Ripah, Bambang Suwerda, jargon beli pulsa dengan sampah tersebut menjadi strategi dalam menyosialisasikan program kesadaran mengelola sampah.

Dengan program Beli Pulsa dengan Sampah tersebut, Bambang ingin menggaet generasi muda agar lebih sadar mengelola sampah. ”Sasaran program ini memang untuk remaja dan generasi muda,” katanya. Program Beli Pulsa dengan Sampahadalah program terbaru yang diluncurkan oleh Bank Sampah Gemah Ripah dalam menggaet lebih banyak konsumen. Jika selama ini bank sampah ini dikenal getol berkampanye agar warga di Dusun Badegan bersedia ”menabung” sampah mereka ke bank, kini Bank Sampah Gemah Ripah ingin anak muda khususnya kalangan remaja juga berperilaku sama dengan orang tua mereka yang sadar akan sampah.

Sistem beli pulsa dengan sampah ini sebenarnya sama dengan sistem tabungan sampah biasa. Hanya saja, yang membedakan adalah saldo dari nilai sampah yang ditabung bisa ditukar atau diminta nominal pulsa. Bambang menjelaskan, jika ingin ikut sistem beli pulsa dengan sampah, warga khususnya kalangan remaja di Dusun Badegan harus menjadi nasabah dengan menabung sampah di Bank Sampah yang telah berdiri selama enam tahun tersebut.

Dalam kurun waktu tertentu, nilai rekening sampah atas nama masingmasing warga semakin bertambah sesuai dengan jumlah sampah yang ditabung. ”Nah, nilai nominal tersebut bisa ditukarkan dengan pulsa,” katanya. Kemudahan beli pulsa dengan sampah ini adalah pemilik rekening tinggal mengirimkan pesan singkat ke pengelola bank sampah untuk meminta pulsa sesuai dengan keinginan. Setelah itu, pengelola bank sampah langsung mengisikan pulsa sesuai dengan keinginan nasabah Bank Sampah tersebut.

Secara otomatis, saldo rekening sampah di Bank Sampah tersebut langsung terpotong sesuai jumlah pulsa yang diinginkan. Sistem beli pulsa dengan sampah ini memang dikemas secara digital atau komputerisasi. Semua data dan jumlah saldo masingmasing nasabah sudah dimasukkan dalam database komputer. ”Kami sekarang punya empat tellerdengan basic salaryRp500.000 per bulan. Belum ditambah bonus-bonus yang lain,” katanya. Strategi beli pulsa dengan sampah ini memang menjadi upaya Bank Sampah Gemah Ripah untuk meningkatkan omzet mereka.

Sejak berdiri enam tahun lalu, kini mereka mampu menangguk keuntungan bersih yang cukup lumayan. Bank Sampah Gemah Ripah mampu mendapatkan keuntungan bersih Rp4,5 juta dalam sebulan, setelah dikurangi biaya operasional seperti internet dan gaji pegawai. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Penaatan Hukum Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul Bambang Triyanto mengaku sangat mendukung langkah Bank Sampah Gemah Ripah dengan berbagai inovasinya. BLH sangat terbantu dengan keberadaan bank sampah ini.

Kampanye mereka untuk menyadarkan masyarakat agar bersedia mengelola sampahnya sendiri menjadi semakin nyata karena ada buktinya. ”Kini dari 15 ton sampah sebulan, baru 30% sampah di Bantul yang dikelola. Dengan program seperti Bank Sampah Gemah Ripah ini, nanti tentu akan menambah lagi jumlah sampah yang sudah dikelola,” ucapnya.

Menurut Bambang, oleh sebagian orang, sampah selama ini memang dikenal sebagai salah satu barang yang tidak bisa diambil manfaatnya lagi, bahkan terkadang dianggap sebagai barang yang mengganggu. Sehingga terkadang sampah hanya langsung ditempatkan di bak sampah untuk dibakar ataupun dibuang ke tempat pembuangan akhir. ”Sampah hanya barang yang menjijikkan dan harus disingkirkan,” tandas Bambang.

 

 

 

Sumber: http://banksampahbantul.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s