Usaha, Kendal Makmur Dengan Sampah

1302455Nunuk780x390

Sumber gambar: Kompas

Indonsia Bisa — Namanya Nunuk Sarah Zenubia (45). Sehari-hari, ibu beranak tiga yang tinggal di Perumahan Griya Praja Mukti Blok C No. 24 Kelutahan Langenharjo Kendal Jawa Tengah ini, seperti halnya ibu rumah tangga yang lain. Memasak, dan mengurus anak.

Namun, perempuan yang biasa disapa Nunuk ini, bisa memanfaatkan sisa waktunya untuk peduli pada masyarakat. Ia sering mengumpulkan beberapa ibu, untuk diajak berdiskusi.

“Dari diskusi itu, saya menemukan tiga permasalahan di Kendal ini. Yaitu, permasalahan kemiskinan, pengangguran, dan sampah,” kata Nunuk, Kamis (21/4/2016).

Setelah mengetahui permasalahan tersebut, kata Nunuk, dirinya kemudian berpikir, bagaimana cara memecahkan 3 persoalan itu. Kemudian bersama beberapa orang, tahun 2011, dia membentuk komunitas peduli kemiskinan.

Kemudian komunitas tersebut membuat bank sampah. Sebab, bank sampah bisa mengatasi sampah yang terbuang sembarangan, pengangguran, dan kemiskinan. “Kami melakukan studi banding bank sampah di Bantul,” ujarnya.

Setelah pulang dari studi banding, jelas Nunuk, tahun 2012, bersama Ko Han (almarhum) membentuk bank sampah.

Awalnya, ia mengaku, cukup sulit. Sebab, selain harus mempunyai tempat yang cukup luas untuk menampung sampah, juga menyadarkan kepada masyarakat supaya membuang sampah pada tempatnya.

“Awalnya, kami sewa tempat di pasar Kendal. Di samping itu, kami juga harus berkeliling di beberapa tempat untuk mensosialisasikan bank sampah. Alhamdulilah, sekarang sudah ada 100 bank sampah di Kendal,” ucapnya.

Istri mantan pemain bola di Kendal, Fauzi tersebut, ingin tiap desa dan kelurahan ada bank sampah. Sehingga, selain bisa membuat lingkungan bersih, bebas banjir, juga bisa mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

“Jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Kendal ada 286. Saya ingin di tiap desa dan kelurahan ada bank sampah,” harapnya.

Ingin Kendal makmur dari sampah

Nunuk mempunyai keyakinan, kalau sampah bisa memamerkan Kendal. Syaratnya, semua warga mau peduli dengan sampah tersebut. Selain bisa dijual dengan harga yang cukup menjanjikan,sampah juga bisa diartikan ulang menjadi bunga, tas, sepatu, dan lainnya.

“Di Kebundalem Kendal, sudah ada warga yang membuat tanaman bunga plus tempatnya, dari limbah botol plastik minum mineral. Sedang di Kaliwungu, ada warga yang bisa membuat tas dari plastik bekas bungkus permen dan kopi,” terangnya.

Nunuk mengaku, saat ini pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan organisasi – organisasi kepemudaan dan sekolah, untuk membuat bank sampah. Tujuannya, supaya pemuda yang ada di Kendal itu, peduli dengan sampah.

“Sekarang sudah ada kelompok mahasiswa Kendal yang mempunyai bank sampah. Ada juga sekolah PAUD di Weleri Kendal, yang membayarnya dengan sampah ,” kata Ketua Paguyuban Bank Sampah Kendal ini.

Saat ini, aku Nunuk, pihaknya sedang membuat tim kreatif sampah. Tim ini, akan bertugas membuat sampah bisa dijadikan segala hal, yang bisa bernilai tinggi. Tidak cuma jadi tas atau bunga, tapi juga bisa jadi barang- barang yang mempunyai nilai jual tinggi.

“Kami juga ingin membentuk duta sampah. Duta sampah ini, terdiri dari anak muda, yang bisa mensosialisasikan, manfaat sampah,” ucapnya.

Nunuk, yang mempunyai rencana membuat sekolah ibu, berpesan kepada kaum wanita, terutama yang di Kendal, supaya tidak mengidentikan peringatan hari Kartini dengan kebaya. Sebab Kartini, adalah pejuang emansipasi wanita, yang juga pandai menulis, dan bercerita.

“Sekolah ibu itu, nantinya untuk semua wanita. Sekolah ini gratis,” katanya.

 

 

 

 

Sumber : Kompas Berita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s